Uncategorized

Social Media Amankah?

Bayi-bayi dan anak-anak yang lucu bertebaran di social media. Awalnya mungkin kita cuma ingin berbagi kebahagiaan, kebanggaan akan anak anak kita. Tapi apa kita sadar dengan bahaya yang mengintai?

Semakin banyak informasi yang kita tebar semakin mudah bagi orang orang yang berniat jahat dengan kita. Beberapa kita bahkan tahu kasus kasus kriminal bermula melalui sosial media. Berapa banyak putri-putri kita yang dibodohi karena mereka tidak paham dan tertutup kepada kita.

Dari yang menyamar sebagai dokter yang meminta untuk mengirimkan foto pribadi, sampai dengan pacaran dan pergi meninggalkan keluarga hanya untuk seseorang yang dikenal melalui media sosial saja.

Saya pun kadang bertindak bodoh, karena keinginan untuk “pamer” atau “cari perhatian” keadaan pribadi dengan mudah saya sebarkan.

download

Lalu bagaimana kira-kira mengatasinya? Saya membagi tiga kategori ini.

Social media untuk diri sendiri
Pastikan berpikir efek sebelum memposting status. Kadang emosi sesaat yang membuat kita terlihat bodoh dan hopeless, bukan juga berarti kita harus berpura pura. Penting atau tidaknya perlulah dipikirkan. Jika memang untuk diri sendiri, mungkin sebaiknya kita gunakan untuk merenung dan tafakur saja, tidak untuk konsumsi orang lain.

Sosial media untuk anak kita yang masih remaja.
Tidak bisa dipungkiri, mereka pasti terpengaruh dari teman-teman sekitarnya. Bahkan fenomena “cabe-cabean” yang mengagetkan itu bisa terjadi, hanya karena dibuat kondisi bahwa jika tidak gaul seperti itu pasti cupu. Sama dengan memajang foto-foto terbaru, teman teman baru dan sebagainya
Saya pernah shok, mendapatkan anak-anak saya masih sekolah dasar tapi beramai ramai dengan teman temannya mereka membuka situs hentai. Akhirnya saya membatasi penggunaan internet, saya awasi history web dan saya mulai berkomunikasi tentang hal dewasa kepada mereka.
Sekarang saya tidak terlalu kuatir, di pesantren mereka lebih terbatas lagi menggunakan fasilitas ini.

Social media untuk balita kita
Kadang hanya karena nafsu ibu dan ayah mereka jadi bahaya. Siapa tidak bangga memerkan foto foto lucu mereka. Tetapi sekali lagi, semakin banyak informasi yang kita beri semakin mudah bagi orang yang berbuat jahat. Masih ingat kasus penculikan anak Nazar penyanyi dangdut itu kan. Kemewahan yang ditebar itu bisa menerbitkan niat jahat seseorang, apalagi jika terdesak. Anak anak yang tidak tahu apa apa bisa jadi korban karena orang tua yang tidak hati hati

Sekadar berbagi saja. Semoga semua kita lebih hati hati dalam menggunakan sosial media ini. Bukan harus takut tetapi setidaknya lebih bijak. Berpikir sebelum melakukan.
Saya pun belajar

Tambahan link tulisan dari mas Donny http://donnybu.com/2014/01/07/pedofil-online-memangsa-anak-indonesia/ semoga bisa menjadi referensi untuk tetap berhati-hati

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *