Uncategorized

Singapore Trip, #1

Hope!

Perjalanan ke Singapura berkesan tiba-tiba karena memang tidak terencana sebelumnya. Disamping karena kerjaan, mamie memang tidak terpikirkan untuk melakukan perjalanan dalam waktu dekat ini. Lagi pula mamie tidak ikut pada awal ‘deklarasi’ nya saatteman-teman BFF “best friend forever” ini saat ngumpul di Makassar Januari bulan lalu, mereka sepakat untuk mengantar salah seorang teman kami yang memang menderita kanker tulang untuk menjalani perawatan di Singapura.

Sebenarnya ini rasa simpati ini yang menjadi alasan mamie untuk memutuskan ikut. Karena jika berbicara tentang negara yang ingin mamie kunjungi, sepertinya Singapura tidak ada dalam daftar.  Tetapi berkumpul dengan teman dan wujudperhatian yang bisa mamie berikan adalah kesempatan yang jarang.

Teman mamie  ini sudah menginap kanker tulang sejak 3 tahun yang lalu. Dan sebagai teman dari sekolah menengah pertama, memang kami selalu berusaha untuk selalu mendampingi dia. Kumpul-kumpul kami ini sudah merupakan kali yang ketiga yaitu  di Bali dan Palembang. Kebersamaan ini kami harapkan bisa terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya.

Masih terbayang kesedihan tahun lalu saat di Palembang. Saat itu dokter telah memvonis teman kami tidak akan hidup lama. Kanker tulang bukan seperti kanker yang lain yang sel-sel kankernya bisa dipisahkan dengan jaringan lain. Treatmentnya hanya berusaha membuat tulang tersebut bertahan. Sejak 3 tahun lalu dia harus membawa obatnya kemanapun dia berada. Obat tersebut dimasukkan melalui selang ke tubuhnya. Setiap minggu harus direfill dan harganya berkisar 5 jutaan rupiah, dan harus chek-up ke rumah sakit Mount Elizabeth hampir 2 minggu sekali.

Di Mount Elizabeth, rumah sakit yang terkenal di Singapura ini, mamie sangat terkesan dengan kebersihannya. Yang mamie rasa unik malah tegel lantainya malah sparkling. Berkesan seperti restaurant atau cafe. Orang-orang lalu lalang tapi semua dengan muka bersemangat. Satu dua orang memang terlihat di kursi roda tak berdaya. Tetapi terlihat akan semangatnya untuk tetap berusaha sembuh. Beberapa orang penderita kanker sudah kelihatan memakai topi atau membungkus kepalanya dengan kain. Itu pasti karena efek dari kemoterapi.

Awalnya mamie merasa ngeri untuk masuk di dalam ruang perawatan. Tetapi karena rasa ingin tahu akhirnya ikut menemani di ruangan tersebut. Ruangan itu sebenarnya tidak terlalu besar, dibuat bilik-bilik yang dibatasi dengan gorden. Pasien tidak tidur di tempat tidur tetapi duduk dikursi sofa yang besar. Para Pasien diinfus dalam posisi santai, Proses infus ini memakan waktu sekitar 3 jam, dan ruangan tersebut penuh oleh pasien. Sekali treatment kemoterapi harganya sekitar 60 s/d 70 juta rupiah.

Dengan biaya  treatment seperti mamie pasti putus harapan. Belum lagi kesan kengerian yang ada pada penyakit ini. Tetapi teman mamie menjalaninya dengan biasa saja. Beruntunglah keadaan  ekonomi yang mapan  dan semangat untuk hidup membuat dia menjalaninya  dengan tanpa terbebani. mamie pikir dia pasti memiliki modal harapan yang tidak sedikit. Apalagi keadaan dimana CEA (carcinoembryonic Antigen) yang sebelumnya 3 kini sudah pada angka 7. Walaupun mamie tidak mengerti detail tetapi mamie paham ini menunjukkan keadaan yang memburuk. Tetapi dia memiliki semangat, memiliki harapan. Menjalaninya dengan kuat. Harapan adalah modal utamanya untuk melawan penyakit ini.

Dia mengajarkan mamie untuk tidak manja, untuk bisa menjadi petarung, tetap kuat dan selalu berpengharapan tinggi.

Mari berharap  setinggi-tingginya, berusaha  dan menggantungkan harapan kepada Yang Maha Tinggi, yang Maha Penyembuh. Semoga kami masih diberi kesempatan untuk bisa bersama-sama di tahun-tahun berikutnya. Amiiinn.

6 thoughts on “Singapore Trip, #1

  1. khasnya Mamie..
    setiap kisah pasti ada perenungan…niceee…

    boleh kasih masukan ?

    ada beberapa pengulangan kata yang sebenarnya tidak perlu. mungkin bisa disiasati dengan membaca kembali tulisan sebelum dipublish.

    terus, kalau saran saya kurangi penggunaan kata ganti orang pertama ( dalam tulisan ini adalah : Mamie ) kesannya agak boros. usahakan untuk pake kalimat yg singkat dan jelas saja 🙂

    alurnya sudah bagus, cuma memang masih kurang detail sehingga kesannya tergesa-gesa. cobalah bersabar sedikit dan bermain dengan banyak detail sehingga pembaca bisa ikut membayangkan.

    yah, kayaknya itu ji dulu Mam..mudaha2an ndak berkesan sok ja 😀

    1. huaah.. ini mi suka nya kalo daeng berkunjung..
      selalu ada pembelajaran,
      sedikit penjelasan yah
      * ini tulisan sudah berulang kali dibaca dan diedit… tetap nda bagus yah 😛 (malu maki’)
      * tentang mamie, iyah.. heheh thanks daeng, mungkin karena rada narsis dikit suka menonjolkan diri ;))
      * ah iyah, memang tergesa-gesa karena ada target #ihik
      eniwei, thanks a lot daeng dan it is a must untuk kita berkunjung setiap ada postingan yah
      deal?
      *timbalbaliknya nanti kita bicarakan di belakang layar* :))

  2. khasnya Mamie..
    setiap kisah pasti ada perenungan…niceee…

    boleh kasih masukan ?

    ada beberapa pengulangan kata yang sebenarnya tidak perlu. mungkin bisa disiasati dengan membaca kembali tulisan sebelum dipublish.

    terus, kalau saran saya kurangi penggunaan kata ganti orang pertama ( dalam tulisan ini adalah : Mamie ) kesannya agak boros. usahakan untuk pake kalimat yg singkat dan jelas saja 🙂

    alurnya sudah bagus, cuma memang masih kurang detail sehingga kesannya tergesa-gesa. cobalah bersabar sedikit dan bermain dengan banyak detail sehingga pembaca bisa ikut membayangkan.

    yah, kayaknya itu ji dulu Mam..mudaha2an ndak berkesan sok ja 😀

    1. huaah.. ini mi suka nya kalo daeng berkunjung..
      selalu ada pembelajaran,
      sedikit penjelasan yah
      * ini tulisan sudah berulang kali dibaca dan diedit… tetap nda bagus yah 😛 (malu maki’)
      * tentang mamie, iyah.. heheh thanks daeng, mungkin karena rada narsis dikit suka menonjolkan diri ;))
      * ah iyah, memang tergesa-gesa karena ada target #ihik
      eniwei, thanks a lot daeng dan it is a must untuk kita berkunjung setiap ada postingan yah
      deal?
      *timbalbaliknya nanti kita bicarakan di belakang layar* :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *