Uncategorized

Siapkah dengan Resiko?

“Ikut asuransi itu sama dengan minta-minta mati”, begitu kata orang-orang tua dulu. Asuransi jadi momok bagi orang-orang. Marketingnya pun harus punya mental baja untuk bisa membuat orang percaya akan pentingnya asuransi.

Saya termasuk orang yang tidak terlalu suka berpikir tentang masa depan. Tiba masa tiba akal, itu prinsipku. Yang pasti saya berusaha untuk menjaga dan berbuat yang terbaik untuk saat ini.

Ini salah satu alasan kenapa saya tidak ingin mempelajari aplikasi Find My Iphone. Saat pertama membaca deskripsi aplikasi ini bayangan yang melintas adalah saya akan berurusan dengan barang yang hilang. Saya tidak ingin barang milik saya hilang. Dan anehnya, walaupun saya menginstal aplikasi ini, saya tidak mempelajari penggunaannya.

Hari ini saya sempat kelabakan. Ipad mini tidak ada dalam tas. Saya baru ingat, di BKPM tadi saya mengeluarkannya dan sempat memainkan game, membunuh kebosanan menunggu orang yang saya nanti. Dalam perjalanan pulang saya ingat masih menggunakannya untuk mencari solusi rute alternatif. Saat itu sudah berlaku aturan 3 in 1 di jalan Gatot Subroto. Itu kali terakhir saya menyadari kebersamaan saya dengan ipad mini biru saya.

Saya menyadari kehilangannya saat saya ingin mengambil gambar untuk melengkapi tulisan di blog. Oh my God, saya  mulai kuatir. Keteledoran saya bisa saja membuatnya tercecer. Saya membawa banyak map, dan sempat singgah di warung untuk membeli makan malam.

Gelagapan saya menelpon Yos, rekan kerja yang juga putra pimpinan saya. Seperti biasa dia tidak pernah keberatan untuk saya repotkan. Saya minta tolong untuk memeriksa di mobil yang saya gunakan tadi.  “Tidak ada bu, ibu duduk di kursi tengah kan?” Nyesss! lemas sudah rasanya. Saya sudah berpikir ini pasti terjatuh di jalan saat perjalanan pulang menuju kosan atau tertinggal di warung saat membayar atau… . Banyak kemungkinan yang terpikirkan.  Ada rasa sesal, kenapa saya tidak memasukkannya ke dalam tas seperti yang biasa saya lakukan.

“Sebentar bu, coba saya tanya Yelly. Dia pernah ketinggalan iPad juga di XXI dan kita dapatkan kembali.” Dengan santainya Yos menyampaikan itu. Memang dia berpribadi santai, gaya yang memang bisa menenangkan siapa saja. Tapi tidak untuk saya saat itu. Saya sudah kepikiran untuk ke warung mencari tahu apakah memang tercecer di sana, walaupun saya tidak yakin.

Tidak lama telpon berdering, terdengar suara Yelly yang baru tahun lalu menjadi istri Yos. “Bu, minta username dan password untuk iTunes”. Tanpa ragu saya memberikannya. “Punya ibu 3G kan bukan wifi?” saya mengiyakan melalui bbm. “Sebentar, ini offline bu”. Tidak mungkin, pikirku. Baterainya masih penuh. Saya sudah berpikir yang tidak-tidak. Jika ada yang mengambil mungkin sudah dimatikannya.

Saya termasuk orang yang tidak rapih. iPad tidak saya screen lock, sekali orang membuka pasti sudah bisa membaca semua email termasuk semua data yang ada. Saya memang tidak suka berpikir tentang resiko. Dan sekarang saatnya, resiko itu berjejer dalam pikiran dan itu yang menggelisahkan. Harus ganti password email? social media? banyak sekali…

“Ada bu, ipadnya ada!” teks di bbm benar-benar bisa mengubah langsung mood saya dengan drastis. Loh, bukannya tadi gak ada saat dicari? “Iyah bu, tapi GPS nya nunjukin di mobil”. Tambah legalah rasanya. Saya yang sudah setengah perjalanan menuju warung untuk mengecek, langsung berputar arah.

Saya bisa memasrahkan barangnya, tetapi tidak terhadap datanya. Saya punya banyak data confident milik perusahaan dan milik pribadi. Itu yang paling bernilai menurutku. Dan ternyata Find My Iphone ini yang menyelamatkan waktu saya untuk terus berpikir di mana keberadaan iPad ini. Menyelamatkan kekuatiran saya tentang data-data yang bakal tidak ketahuan nanti siapa yang akan mengkonsumsinya.

munch_2013_09_02_231823

Alhamdulillah, ternyata siap dengan resiko itu memang penting, tetapi untuk itu perlu jiwa yang besar. Segala kemungkinan memang bisa terjadi termasuk yang buruk, walaupun kita pasti tidak ingin hal yang itu terjadi.

Pengalaman ini memang membuat saya harus lebih berhati-hati. Fokus dan rapih, juga siap membekali ilmu agar jika terjadi kelalaian kita tahu apa yang harus kita lakukan.

Thanks to Yos dan Yelly yang sukarela saya repotkan di waktu istirahat mereka. Dan pengalaman ini akhirnya menambah satu tulisan pada blog ini 🙂

—-

Tapi  kenapa iPad itu bisa di lantai mobil bagian depan, padahal saya duduk di kursi tengah? Ternyata masih ada pertanyaan yang perlu dicari jawabannya 🙂

 

16 thoughts on “Siapkah dengan Resiko?

  1. beruntunglah udah ketemu. ya seenggaknya menjadi pelajaran lah agar lebih berhati-hati dan tidak ceroboh. dan yg paling penting bisa update tulisan di blog dg kisah ini 🙂

  2. beruntunglah udah ketemu. ya seenggaknya menjadi pelajaran lah agar lebih berhati-hati dan tidak ceroboh. dan yg paling penting bisa update tulisan di blog dg kisah ini 🙂

  3. terjengkang! hadeuuu, sifatnya sama. Suka geletakan barang sembarangan, akhirnya lupa. Hari ini kehilangan tumbler di sepeda, padahal baru sekali pake 🙁

  4. terjengkang! hadeuuu, sifatnya sama. Suka geletakan barang sembarangan, akhirnya lupa. Hari ini kehilangan tumbler di sepeda, padahal baru sekali pake 🙁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *