1

Selamat Jalan Pinky

Awalnya saya kurang nyaman  jika berkunjung ke rumah kakak di kawasan Panakukang, sebabnya adalah seekor anjing peliharaannya bernama Pinky. Dia tidak akan berhenti menggonggong sampai saya pulang. Bahkan harus merepotkan si empunya rumah karena harus mengurungnya selama saya berada di rumah itu. Mungkin salah satu sebab yang membuat dia tidak suka kalau saya datang

Anjing bukan peliharaan yang baru buat saya. Sejak kecil saya sudah dibiasakan hidup serumah dengan anjing. Sebagai hewan peliharaan, saya memang menyukainya. Dibanding kucing, anjing memang lebih ekspresif dalam menanggapi setiap rasa yang dimiliki tuannya. Misalnya saat baru bertemu, seekor anjing bisa menampakkan kegirangannya dengan tidak berhenti bergerak mengelilingi dengan ekor yang juga tak henti mengibas.

Saya bahkan punya kenangan dengan anjing yang saya pelihara bernama Ocil. Nama ketika dilahirkan adalah Kecil, karena diantara saudaranya yang dilahirkan di rumah, Ocil memiliki badan yang paling kecil. Karena kelihatannya ringkih saya memutuskan untuk tetap memeliharanya sementara saudara-saudaranya diberikan kepada orang lain. Ternyata saya keliru, semakin bertambah usia, Ocil semakin besar, dan walaupun berbulu pendek layaknya anjing kampung, ternyata struktur tulangnya mirip anjing pemburu. Mungkin dia peroleh dari keturunan bapaknya yang memang tidak kami ketahui karena induknya pulang dan tiba-tiba saja hamil.

Ocil adalah anjing penjaga, dia selalu tidur di kaki saya selama saya tidur. Sifatnya gampang emosi, mungkin sama saya saat itu, tidak boleh ada yang masuk dalam kamar atau mengganggu saya yang sedang tidur. Bahkan kakak saya pernah diserangnya hanya karena masuk ke kamar saya. Badan yang besar membuat dia bebas keluar masuk rumah dengan melompati pagar yang tingginya satu meter setengah dengan sekali lompat. Larinya kencang bisa hilang dalam sekejap. Dia menjadi teman saya paling akrab ketika itu.  Kami berdua sebenarnya tidak terlalu cocok, karena sering saling memarahi, tapi setelah itu main bersama lagi. Beberapa kali saya pun digigit, dan gigitan serius. Tapi saya tetap menyayanginya.

Pernah satu ketika dia tersangkut di pagar rumah. Jenis pagar besi yang tajam di ujungnya. Kejadian ini membuat perut saya mules, tidak kuat rasanya saya melihat kesayangan saya menggantung di pagar dalam keadaan  seperti itu. Saya lemas, kakak saya yang tertua yang mengangkatnya, seperti mengangkat cucian dari jemuran. Tapi dia memang kuat, beruntung hanya kulit di bagian perut yang sobek, tidak sampai menusuk ke dalam. Mungkin  salah ancang-ancang ketika melompat. Tapi yah tetap saja, setelah sembuh dia masih saja keluar masuk dengan melompati pagar itu.

Tidak ada yang lebih menyedihkan ketika kehilangan sahabat yang setia. Saya menangis ketika Ocil tak pulang-pulang ke rumah. Dan saya yakin mama hanya membuat saya berhenti berharap ketika dia bilang bahwa ada kulit seperti kulit Ocil di tempat pemotongan RW. Saya menangis sejadi-jadinya

Perasaan kehilangan ini dirasakan kakak saya juga, 15 tahun Pinky sudah menjadi penjaga rumah, dan teman bagi ponakan saya. Beberapa kali terakhir saya sudah bisa mengerti bagaimana membuat Pinky bisa tenang berada di samping saya, mungkin karena saya suka menonton cara Caesar Milan mengendalikan anjing.  Rupanya memang kita tidak boleh takut, rileks dan merasa lebih superior dari pada anjing tersebut. Dengan sikap santai akhirnya Pinky sudah mulai betah berada di dekat saya, walaupun sesekali menggonggong. Saat itu mungkin dia ingat bahwa saya tamu atau saya kurang rileks. Beberapa  waktu lalu Pinky diinfus karena sakit, saya berpikir ini anjing panjang usianya. 15 tahun sangat jarang bagi anjing bisa bertahan. Tapi rupanya dia sembuh, senang rasanya. Tapi beberapa hari lalu rupanya adalah saat dia harus meninggalkan kakak saya dan keluarganya. Mati ditabrak mobil di kompleks yang tidak ramai. Asbab ajal dan waktunya sendiri tidak ada yang bisa menduga.

Pinky akan menjadi bagian dari kenangan kakak saya seperti saya mengenal Ocil.  Seperti yang disampaikan di Facebooknya.

Sepenggal cerita tentang PINGKY …anjing kami .

Keberadaan anjing ini karena anak perempuan mau punya teman bermain waktu kecil .
Si Pingky diberikan oleh seorang teman ketika berumur 2 or 3 bulan dan hingga kemarin sudah bersama kami 15 tahun.

Hingga kemarin karena suatu mobil menabraknya di kompleks rumah kami dan akhirnya Pingky harus kembali kepencipta-NYA.

Si Pingky sudah bagian dari kehidupan kami selama 15 tahun……yang satu paling kami di jaga ……ketika ada orang datang dan melihat mengambil sesuatu dari dalam rumah maka orang itu pasti diburunya. Namun kalau orang bawa masuk barang ke dalam rumah kami anjing ini diam-diam saja…… (good dog dak mau barang tuannya ada yg ngambil)

Kesan yang lain …ketika anak perempuan saya sudah dewasa dan punya teman pria dan kelihatannya anak saya sayang dan cinta pria itu.wah anjing kami pun turut menyukai pria tersebut……hal yang konyol kalau pria itu datang belum sampai d depan rumah baru jalan disekitar komplek anjing kami ini sudah kegirangan duluan ( ternyata penciuman anjing itu luar biasa )

Kesan berikutnya ini yang sangat luar biasa karena mencegah kompleks kami kebakaran dari arus pendek listrik….kejadiannya lupa tanggal dan harinya waktu itu malam anjing kami ini mengogngong ribut sekali ..saya bangun dan berkata ” ada apa pingky , kamu itu ribut bamget diam “” tapi gak mau diam jadi saya penasaran saya buka kain horden jendela ..dan saya lihat api di atap rumah tetangga depan .cepat kami bangun dan suami saya pergi ke depan dan api berhasil di padamkan …karena blm terlalu besar. ( TQ PINGKY )

Sedih but inilah kesan anjing kami yang setia….kebiasaanya apa kami makan anjing ini juga makan….namun dia tidak makan pedas dan tulang ayam kampung….tulang ayam ras suka sekali apalagi kalau makanannya dikasih bakso dan daging b*b* masak kecap……dengan bacang suka sekali….

Dan sebelum saya keluar kota saya mandi kan dia
Kini semua tinggal kenangan …..selamat tinggal pingky anjing yang sudah menjaga kami 15 tahun…
Beristrahat dengan tenang……🐶🐶🐶🐕🐕🐕

Selamat jalan Pinky, semoga bertemu dengan Ocil di sana.

One Comment

  1. hikss kodong pinkyy.. lucunya namanya kak ternyata anjing hihi pas baca judulnya kirain motor atau apa gitu ahahaha.. 15 tahun lumayan lama juga ya kak dan terasa banged pasti ketiadaannya 🙁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *