Keluarga

Pilihan Makanan Sehat

Sejak memutuskan untuk tidak makan daging sapi dan ayam dari bulan Agustus tahun lalu, sampai sekarang saya masih belum tergoda untuk mengkonsumsinya lagi.

Bukan karena dilarang, tetapi memang tidak ingin. Saya bahkan mencoba untuk makan daging kembali karena katanya Hb darah yang rendah butuh makanan yang berdarah atau setidaknya hati ayam, tetapi saya tidak bisa, terasa ada yang menolaknya sebelum masuk ke mulut. Untuk sementara biarlah demikian, saya akan mendengar apa keinginan tubuh saya saja.

Adek bercerita tentang di pondokannya di Temboro. Bagaimana dia membeli makanan di koperasi sebagai makanan tambahan. Sekadar memenuhi keinginan untuk makan variatif. Katanya jika pagi dia sudah memilih makanan yang akan dimakan malam hari. Tapi bisa jadi saat malam dia ke koperasi lagi makanan sudah jadi basi atau habis.

Coba kalau punya kulkas bisa memanaskan makanan bukannya lebih baik? Biasalah pikiran ibu-ibu yang selalu menjadikan kulkas sebagai penyelamat. Benarkah demikian?

Baru-baru ini saya bertemu dengan teman yang divonis kanker. Bersama teman-teman lain kami akhirnya berdiskusi bagaimana sebaiknya hidup sehat itu.

“Mam, dua teman yang mengidap kanker itu yang saya tahu makanannya semua di kulkas. Semua siap saji”

Masuk akal, meski mungkin bukan penyebab utama tapi makanan siap saji pasti memiliki kandungan pengawet. Dan hampir mustahil kita menghindari produk seperti itu sekarang. Makanan di restoran pun sama. Mengingat pengalaman saya bekerja di hotel, semua makanan sebaiknya masuk chiller atau pendingin.

Saya jadi ingat omongan Adek. Di sini , tidak ada kulkas ummi, semua makanan tidak bisa disimpan lama.

Kadang saya juga merasa sedih, anak-anak tidak bisa menikmati makanan-makanan yang  fancy, yang mewah dan kekinian seperti teman-teman sebayabya. Tapi jika dipikir-pikir sepertinya dengan mereka brrmujahadah seperti sekarang justru mereka terlindungi. Dan itu yang saya sampaikan ke adek, berharap bahwa dia juga punya pikiran yang sama bahwa apa yang menurut orang-orang bagus belum tentu baik dampaknya.

Sebaiknya memang kita kembali dekat dengan alam. Bahan-bahan alami untuk tubuh sepertinya sudah berkurang dan menjadi mahal. Kadang saya berpikir perkembangan teknologi yang menurut pendapat umum itu adalah kemajuan malah merupakan kemunduran hidup yang tidak kita sadari. Tetapi mustahil juga jika kita menghindari semua itu, minimal mulai sekarang kita setidaknya berpikir untuk menyeimbangkannya.

仕方ない Kata pak boss

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *