Uncategorized

On board to KIX, Osaka [大阪] 29 September 2007

Ada satu kesalahan yang kami tidak lakukan saat berada di pesawat, yaitu tidak memberitahukan kepada salah seorang crew bahwa kami minta disiapkan sahur. Pikiran kami saat itu, maskapai ini milik orang Indonesia, sekalipun lebih dominan orang Jepang didalamnya tetapi minimal prosedure yang berlaku adalah yang ada hubungannya dengan Indonesia. Seperti bahasa yang digunakan untuk pengumuman, bahasa Indonesia, bahasa Inggris lalu bahasa Jepang.

Negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim, menurut hemat kami khususnya dibulan ini adalah perhatian khusus dalam menjalankan ibadahnya. Harapan tinggal harapan menjelang subuh kami terbangun dari tidur yang sama sekali tidak nyenyak dikarenaka turbulance yang gila-gilaan di atas lautan pasifik. Dengan niat puasa akhirnya aku ke belakang ke pantry pesawat. Dan memang tepat dugaanku, makanan untuk sahur tidak ada yang siap alias belum dipanaskan, dengan berbekal sandwich akhirnya kami sahur seadanya berharap bahwa niat kami diterima olehNya dan diberi kekuatan untuk menunaikan puasa di hari ini.

Alhamdulillah, kami mendarat dengan selamat.  Dimulailah urusan debarkasi. Dari sensor karantina sampai dengan custom, semua dilewati dengan tidak ada kesulitan. Tiba saatnya untuk berpikir ke Matsuyama, yang notabene gak dilewati oleh shinkansen. Kebetulan bertemu dengan mahasiswa yang juga mau ikut pertukaran pelajar tetapi cuman satu bulan. Aku kagum karena di usianya yang masih muda, dia berani jalan sendiri. Namun aku percaya dia merasa beruntung bertemu dengan kami [baca: yuyi], dari menjelaskan sampai membelikan tiket shinkansen itu dibantu oleh yuyi. Yah semoga dia selamat tiba di tujuan, Shin Yamaguchi.

map of Japan
map of Japan

Walaupun ada pilihan lewat Kobe, kami akhirnya memilih Osaka untuk tempat singgah. Dengan naik kereta JR selama 1 jam perjalanan akhirnya kami tiba di kota Osaka. Kami cuman berkeliling di sekitar stasiun.  Yangpasti kami berkeliling untuk mencari loker yang besar dan murah, supaya kami gak kerepotan bawa-bawa barang kiri kanan. Oh iyah, bagasi yang super guede sudah kami kirim via pos, dan katanya akan tiba hari Minggu. It’s better.. dari pada kita kek porter bawa bawa barang kiri kanan.

Punya waktu yang banyak di Osaka tetapi gak ada yang nyaman dinikmati di dekat stasiun itu, akhirnya kami ke tempat nunggu bus, lumayan lama kami menunggu karena berangkat jam 3 sore. Naik bus seharga 6.100 yen sangat worthed dengan nilainya. Bus besar yang nyaman jalanan gak macet2, pokoknya untuk perjalanan 6 jam bagiku tidak lah terasa. Tiba di Matsuyama [ohkaido], kemudian kami naik taxi ke apato yuyi, tepat di depan ehime daigaku [愛媛大学」。 Begitu tiba kami bukannya istirahat, tapi sudah disambut sama teman2 dari Indonesia yang sedang belajar juga di Matsuyama. Ah.. jadi seperti rumah sendiri, gak asing.. dan.. I like it here… 大好きです。

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *