2

Mi, Hapalan Saya baru 3 Juz

Begitu kata Amdan, ragu-ragu. Mungkin dia berpikir sama seperti harapan banyak orang tua yang ingin anaknya bisa menghafal Al Qur’an 30 Juz. Dia mungkin berpikir saya akan merasa kecewa dengan hasil yang dia dapatkan sampai hari ini.
Alhamdulillah nak, dipelihara 3 Juznya ya. Jangan dihapal di pikiran saja. Menghapal kitab suci itu berat, jika kita memasukkan setiap kata dalam hati kita. Setiap diulang harusnya setiap kata terpatri dengan baik di hati. Jangan lihat banyaknya Nak, tapi perhatikan setiap maknanya. Junjung tinggi kebesaran nama Allah dan simpan dalam hati sehingga menjadi petunjuk dalam hidup Adek. Tetap semangat ya, berusaha yang terbaik yang Adek mampu.
Saya kembali merenung, karena saya penganut lebih suka isi daripada kulit saya ingin anak saya paham terhadap apa yang dia lakukan. Sangat sering kita memuja-muji anak-anak yang bisa menghapal Al Qur’an. Memang akan menjadi motivasi bagi yang lain untuk bisa lebih banyak yang tersentuh hatinya untuk merekatkan perkataan Allah dalam hatinya. Tapi satu ketakutan saya, isinya kosong. Saya tidak ingin sekadar dilakukan karena ingin mendapatkan pujian. Walaupun saya juga yakin, bahwa semakin membaca semakin hati akan dilembutkan Insha Allah.
Tapi nak, kembali lagi, saya cuma minta Adek bisa berusaha semampunya, dengan memohon pertolongan Allah. Tetap rendah hati dan menerapkan ilmunya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama manusia. Sesama ya nak, bukan kelompokmu saja.
Beraninya kita mengkotak-kotakkan ciptaan Allah, jika Allah berkehendak kita pasti diciptakan satu golongan yang ikut jalannya saja, sementara semua pencerahan dalam hati dan pikiran diatur oleh Sang Maha Pengatur.
Mari kita berdoa saja semoga kita tidak masuk dalam golongan yang merugi. Bukan berdasarkan pendapat orang lain yah nak. Itu hak prerogatif Allah menentukan siapa yang benar-benar mengikuti Nya atau bahkan yang dia sesatkan. Tugas kita adalah memberi manfaat kepada seluruh ciptaanNya. Itu saja.
Amal ma’ruf nahi mungkar penting nak. Makanya tetaplah menyebarkan kebaikan dengan lebih dahulu melakukannya sendiri karena Allah. Ada yang mengatas namakan Allah tapi sebenarnya dia mengedepankan nafsunya, wallahualam. Sekali lagi itu hak Allah yang mengatur.
Jadi nak, tidak perlu lah mengejar sesuatu karena ingin dipuji atau merasa paling dekat dengan Allah. Tetaplah rendah hati sambil terus berusaha. Memahami semua apa yang diperbuat, biarkan akal yang dititipkan ke masing-masing kita menjadi cahaya dalam mengerti apa yang terjadi di diri sendiri, orang lain dan sekeliling kita.
Semangat ya anakku, jangan lupa berdoa untuk semua orang, untuk semua ciptaan Tuhan.

2 Comments

  1. kakak Amdan kerenn,, terlebih lagi mamie nya hehe, teach me ya kak biar duozam juga nanti bisa menghapal quran kayak kakak Amdan. Aaamiin. met puasa mamie :-*

    • Insha Allah anak-anak kita menjadi pribadi-pribadi yang luhur.. aaminn. Selamat puasa juga dear :*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *