0

Menyebar Kebencian

Prihatin! hanya itu yang terlintas dalam pikiran ketika membaca status AK yang heboh di dunia maya. Saya mencari tau tentang yang bersangkutan. Masih muda dan harusnya menjadi muslim yang penuh kasih sayang. Pakaian muslim yang dikenakan tidak sesuai dengan ucapannya. Kenapa harus Cina?

Saya keturunan China, bahkan generasi pertama yang ada di Indonesia karena almarhum ayah saya datang langsung sebagai salah satu manusia perahu dari China daratan. Saya tidak memungkiri ada sebagian dari warga keturunan yang membuat batasan dalam pergaulan. Pengalaman saya sewaktu masih bersekolah dan bergaul di masa kecil masih tergambar jelas. Begitu menyebut Inni ren (Orang Indonesia) kadang terasa merendahkan.

Tapi entah karena saya lebih memilih beranggapan semua manusia itu sama, saya memilih berteman dengan Inni ren, orang Indonesia asli. Saya bahkan dijauhi oleh beberapa teman keturunan. Tapi itu tidak masalah, saya harus berdiri di tempat yang saya yakini.

Tetapi dari sudut pandang orang Indonesia sendiri, mereka menyambut baik. Meskipun kadang di tengah jalan saya masih mendapatkan panggilan sayang, “woe.. Cina”. Saya tidak mengerti siapa yang menyebabkan kebencian ras ini terjadi. Dari status AK mungkin dia berpikir bahwa PKI yang sudah ditulis dalam sejarah sebagai organisasi yang jahat adalah perbuatan orang orang China. Entahlah.. saya tidak paham sejarah, apalagi sejarah karangan.

Sayang sekali, masih muda tapi sudah berpikir rasis. Anak-anak saya yang juga masih keturunan sampai sekarang masih saja mendapatkan panggilan sayang tersebut, padahal mereka sudah di pesantren. Tidak ada hubungannya sebenarnya muslim dengan keturunan tapi entah kenapa banyak yang menyamakannya. Mungkin perlu banyak membaca sehingga tidak terbawa hasutan diri sendiri atau lingkungannya.

Saya berpikir, anak ini pengen eksis aja. Pengen diakui keberadaannya, pengen didengarkan sehingga memberi pernyataan-pernyataan provokatif. Sayang jika dia belum tahu tentang resiko yang akan diperolehnya. Tapi apa untungnya menyebar kebencian. Jika kebencian itu menjalar dan berkembang biak di dunia maya yang bergerak cepat, bukannya tanggung jawab moral semakin besar? Naudzubillah.

Semoga anak ini dan orang-orang yang hatinya masih dipenuhi kebencian terhadap orang lain bisa sadar, bahwa Tuhan telah menciptakan kita beragam, tugas kita adalah memberi manfaat kepada siapa pun bahkan mahluk lain dan lingkungan. Setidaknya mengelolah hati sendiri, memikirkan efek dari apa yang akan diucapkan dan disebar, selalu waspada dengan karma, jika berbalik dia bisa saja mencintai seorang Cina yang bakal membuatnya menyesali pernyataannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *