Uncategorized

Mendengarkan hati

Hidup memang adalah pilihan, dan pilihan itu sudah pasti diolah dalam pikiran kita. Sekarang tinggal kita yang milih mau memikirkan sesuatu yang bermanfaat atau malah hal-hal yang mudarat. Tinggal pilih…

Tapi apakah pernah kita menyadari bahwa dalam saat kita berpikir, hati itu memiliki peran penting. Yah mungkin karena dominan otak kita ini berpikir tentang materi yang diambil dari informasi yang dikumpulkan oleh panca indra kita jadinya butuh hal yang menyeimbangkannya. Hal non-materi berupa hati nurani

Mengapa hati nurani menjadi bagian yang penting dalam memilih? karena hati ini memang berbisik memang senantiasa menyampaikan sesuatu. Pertanyaannya apakah kita tidak mendengar? atau mendengar tapi mengabaikan?

Terkesan sekali saya dengan perkataan Dahlan Iskan di Mata Najwa semalam yang disiarkan oleh Metro TV. Suara hati itu jangan pernah diabaikan, sekali diabaikan berikutnya kita tidak akan menghiraukannya lagi. Suatu pencerahan yang sangat saya butuhkan utamanya dalam keadaan dimana orang lain lebih banyak berbicara.

 

Berpikir yang baik (positif) itu penting, utamanya jika ingin awet muda dan yang paling punya peran untuk mempositifkan pikiran ini adalah hati. Sudah pastilah ajaran ajaran dari berbagai agama itu penting karena menyangkut persoalan hati. Itu pun kalau dijalankan bukan hanya karena ritual ataupun karena terpaksa.

Saat ini informasi yang diterima bagai air bah yang berdesak-desakan masuk ke dalam membentuk banyak pilihan yang kadang membingungkan, lalu bagaimana caranya kita memilih?

Mari mendengar kembali hati nurani, sebanyak kita mendengar hal-hal yang ada disekeliling kita, biar imbang dan bisa memilih 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *