Uncategorized

Mencari-cari Makna Hari Kartini

Tanggal 21 April, semua pasti sudah siap-siap dengan baju adatnya. Saya baru ngeh di gym, seorang wanita mengganti bajunya dengan kebaya setelah mandi, cantik. Saya baru sadar, ini hari Kartini.
Di sekolah-sekolah pasti anak-anak juga sudah dalam barisan dengan berbagai pakaian adat dan profesi. Saya sampai sekarang bingung, kenapa harus usaha penyewaan baju adat yang laku keras di hari ini.

Saya tidak terlalu banyak tahu tentang R.A. Kartini, mungkin karena dari kecil memang terlalu banyak seremoni yang sifatnya perayaan, lomba dan sebagainya. Makna tentang emansipasi bagi saya semakin kekini semakin kabur, bagi saya. Kalau masalah wanita pejuang di setiap daerah pasti ada. Saya takut jadinya cuma mencontoh sosok yang berkebaya saja. Jadinya cuma dikemas-kemas biar sama nampak dari luar.

457px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Portret_van_Raden_Ajeng_Kartini_TMnr_10018776

Kartini yang saya kenal adalah yang berjuang untuk bisa belajar sendiri. Saya yakin disekitar kita para wanita juga banyak yang seperti itu. Sekarang hampir semua wanita berjuang.. cuma mungkin saking semangatnya berjuang, ada yang lupa diri atau bahkan melampaui batas.

Seorang perempuan bisa dengan mudah memanfaatkan teman perempuan lain untuk kepentingannya. Aih.. itu jamak sekali di zaman sekarang. Tidak ada lagi tata krama, saling menghargai.. pokoknya yang penting saya eksis saya bisa terkenal. Apa itu semangat Kartini?

Saya tidak yakin saat itu RA Kartini punya niat terkenal, punya niat disebut-sebut namanya di setiap hari kelahirannya. Lalu bagaimana dengan kita?

Bagi saya hari Kartini saya akan pakai untuk merenung saja. Sejauh mana usaha saya tidak terbatasi hanya karena saya seorang perempuan. Dan sejauh mana saya melewati garis yang indikasinya merugikan orang lain, pria ataupun sesama wanita.

Selamat hari Kartini, semoga bermakna 🙂

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *