Uncategorized

Mari Menjelajah!

“Untung saja National Geographic Traveler edisi April 2013 berisikan catatan talkshow memperingati 125 tahun penjelajahan, jika tidak, saya sudah lupa dengan catatan kecil tentang acara ini”

Central Park, bukan nama yang asing bagi saya selama hampir 2 tahun berkeseharian di ibu kota. Namun hari itu, Sabtu tanggal 23 Pebruari 2013 adalah momen pertama kalinya saya menginjakkan kaki di tempat itu, tepatnya di toko buku Gramedia.

Setiap tempat dan momen baru adalah arti penjelajahan buat saya, sama seperti Ukirsari, seorang solo traveler dan kontributor NG traveler, yang menjadi narasumber di acara tersebut mendampingi Agustinus Wibowo, seorang penjelajah muda yang rela menukarkan waktu panjang dalam hidupnya Β untuk memaknai semua perjalanan yg dilaluinya. Kami masing masing punya kesamaan berjelajah dalam konteks yang berbeda.

IMG-20130327-00113

Menjelajah itu berkesan jauh dari tempat tinggal, menemukan hal-hal baru, berinteraksi dengan orang-orang yang tidak ada dalam keseharian kita, begitu saya memahaminya dulu. Tetapi sekarang setiap hari adalah penjelajahan bagi saya. Perjalanan dari kosan ke kantor, menlaksanakan aktifitas, bertemu dengan rekan-rekan semuanya merupakan penjelajahan. Saya bahkan menyadari bahwa setiap pagi walaupun saya menapaki jalan yang sama tetapi apa yang saya temukan tetap merupakan hal yang baru yang tidak akan pernah persis sama.

Pengalaman mba Arie, demikian panggilan Ukirsari, sebagai solo traveler membuat saya berdecak kagum. Saya masih belum punya keberanian seperti dia. Melakukan perjalanan sendiri ke negeri yang jauh, sendiri, perempuan pula. Walaupun mungkin saja di antara teman-teman ada yang kagum kepada saya Β dengan pilihan hidup sendiri dan mandiri di ibu kota yang katanya kejam.

Tetapi pengalaman membuktikan, kita manusia semua sama, jika kita datang dengan niat baik kita pasti akan diterima dengan baik pula. Hal yang sama diutarakan oleh Agustinus Wibowo. Berbagai kesulitan yang dihadapi di negeri orang semuanya berakhir manis, pasti ada pertolongan. Dan semua itu pasti berdasar dari niat baik yang tergambar pada sosoknya yang polos.

Era baru perjalanan ini mempunyai arti lebih kompleks. Perjalanan mencintai alam, budaya dan hal hal yang lebih dari sekadar meninggalkan jejak di tanah dan dengan kebanggaan kita berucap, “saya sudah pernah ke sana”.

Bagaimana menjaga sikap kita yang kadang merasa lebih paham, sehingga merusak tatanan kearifan lokal yang dimiliki oleh tempat yang kita kunjungi. Bagaimana kita membawa sampah-sampah modern dan menyampaikannya bahwa ini yang lebih baik dari yang kamu punya. Semuanya sudah harus menjadi awareness bagi kita semua..

Dan saya, lebih memilih belajar. Setiap kejadian dalam keseharian adalah pelajaran. Menghargai yang sudah ada dan tak merusaknya. Eksplorasi yang dominan malahan cenderung ke dalam diri, refleksi dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari setiap momen dalam hidup.

Mari para penjelajah, manfaatkan kesempatan perjalanan kehidupan, semua hal-hal yang baru pasti mengajarkan sesuatu, bukan sekadar kebanggaan tetapi makna hidup seperti yang didapatkan oleh Agustinus Wibowo, mengenali arti perjelajahan, arti kehidupan. bahwa semua yang berasal dari nol akan kembali ke titik nol

Narsis dikit sama penulis idola boleh kan :D
Narsis dikit sama penulis idola boleh kan πŸ˜€

Salam penjelajah

6 thoughts on “Mari Menjelajah!

  1. err…saya ndak suka liat foto terakhirnya..cemburuka!
    cemburu sama kita yg sudah foto sama Ming..huh πŸ˜›

    dan btw, tulisannya makin lama makin keren ini..makin dalam perenungannya. πŸ˜€

  2. err…saya ndak suka liat foto terakhirnya..cemburuka!
    cemburu sama kita yg sudah foto sama Ming..huh πŸ˜›

    dan btw, tulisannya makin lama makin keren ini..makin dalam perenungannya. πŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *