Uncategorized

Mandala Mekar, Mekar secara Mandiri (2)

Mengapa Memilih Open Source?

Sistem informasi teknologi di pedesaan mulai menggeliat. Kebutuhan akan informasi yang berasal dari sumber yang terpercaya, cepat dan akurat sudah menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar lagi. Sebenarnya untuk mendukung informasi memang banyak aplikasi yang bisa digunakan tetapi kenapa di Mandala Mekar memilih menggunakan Blank-on sebagai operating sistemnya, dan SID (sistem informasi desa) sebagai aplikasinya?

Jawabannya sederhana, mereka tidak ingin kerepotan (lagi) gara-gara virus.  Desa yang terletak jauh di pedalaman ini memang agak susah untuk mendapatkan dukungan perangkat keras dan perangkat lunak . “Waktunya habis, dan bisa saja pas kembali ke desa terserang virus lagi”, begitu testimoni dari rekan yang membantu penerapan open source di desa ini. “Dan sudah pasti ini halal, tidak perlu memakai software bajakan lagi”.

Mungkin memang kita bisa paham, berapa sih anggaran desa yang bisa dihabiskan untuk fasilitas-fasilitas perkantoran? Mereka pasti lebih mengutamakan menggunakan anggaran yang manfaatnya langsung terasa oleh masyarakat. Dengan kata lain, jika menggunakan open source mereka bisa menghemat biaya operasional desa.

Linux, sebagai operating sistem sudah terkenal dengan kehandalannya. Rata-rata server yang berskala besar menggunakannya sebagai operating sistem. Karena source yang terbuka linux akhirnya lebih berkembang dibading operating sistem yang tertutup (proprietary). Wajar saja jika kerja keroyokan lebih cepat dibanding pekerjaan yang dilakukan oleh beberapa orang saja. Dan karena perkembangannya yang pesat sepertinya script-script yang bernama virus itu juga cepat dalam antisipasinya.

Karena milik bersama semua orang bebas memakai tanpa perlu membayar lisensi, cukup melalui  jaringan internet atau tinggal dicopy saja, halal tak perlu ada istilah membajak. Dengan ini anggaran desa tidak perlu dikuras oleh biaya lisensi dari pemakaian os tertentu. Dan pastilah sangat pas untuk desa yang anggarannya minim.

Blank-on Lontara

Kenapa harus blank-on?

Distro linux memang bermacam-macam, sourcenya yang terbuka membuat orang bebas mengkostumasi sesuai dengan kebutuhannya. Sama seperti blank-on, hasil karya pemuda-pemuda Indonesia yang memaketkan semua aplikasi yang dibutuhkan dan bernuansa Indonesia. Ini sangat berpengaruh pada saat sosialisasi, para pengguna dapat lebih mudah untuk mempelajarinya.

Kalau linux sulit kenapa orang di desa saja bisa?

Pemahaman tentang linux itu susah harusnya tidak berlaku lagi. Memang dari sisi admin, utak atik operating sistem memang sangat ribet, masih harus memakai perintah-perintah dengan syntax tertentu. Tetapi bagi pengguna harusnya lebih mudah, bahkan lebih mudah daripada operating sistem yang mainstream itu.

Semua program aplikasi umum seperti browser, perkantoran, driver-driver untuk hardware yang umum sudah disediakan dalam satu kali instalasi. Tidak perlu performa hardware yang canggih tetap bisa dijalankan dengan lancar.

Selain menggunakan Blank-on sebagai operating sistemnya,  desa Mandala mekar menjadi contoh yang berhasil dalam penerapan aplikasi SID (Sistem Informasi Desa). SID ini terdiri dari aplikasi pendataan warga dan juga informasi tentang desa tersebut. Kekhawatiran akan tersebarnya informasi yang simpang siur tidak akan ada lagi, semuanya terbuka dan disampaikan dengan cepat melalui web masing-masing.

gambar dari lumbung komunitas (dot) net

Dengan adanya web ini, jurnalisme warga pun berpeluang untuk berkembang . Informasi desa ini dibuat swadaya, cukup menyampaikan informasi yang apa adanya.

Desa Mandala Mekar sudah membuktikan, dengan posisi yang sangat terpencil jauh dari jangkauan mampu memunculkan dirinya sebagai desa yang layak diperhitungkan dari segi keberhasilan IT nya.

Semuanya ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak, pemerintah, komunitas dan masyarakat sendiri.

Semoga desa ini bisa menjadi pemicu semangat bagi desa-desa yang lain dalam membangun kemandirian informasi agar dapat maju tidak perlu bergantung kepada birokrasi pemerintah tingkat di atasnya. Bukti bahwa desa Mandala Mekar dapat mekar dengan mandiri.

Selamat kepada Desa Membangun, selalu semangat untuk perbaikan

8 thoughts on “Mandala Mekar, Mekar secara Mandiri (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *