Uncategorized

Kalau sudah doa, tinggal sabar saja

Jarak yang berjauhan memang sering membuat kita kangen, apalagi dengan orang-orang terdekat kita. Bertempat tinggal di kota yang berbeda dengan anak-anak memang sangat berat. Kadang jika waktu malam datang pikiran yang biasanya dipenuhi masalah kerjaan mendadak beralih ke keadaan diri. Hal yang utama terpikir adalah keadaan anak-anak. Sering sekali karena perbedaan waktu malah menjadi hambatan.

Jam 5 sore pas mau menelpon di waktu Indonesia tengah sudah masuk magrib. Sangat tidak etis menelpon di waktu tersebut apalagi ke pesantren tempat anak-anak menghabiskan waktunya untuk belajar

Saya selalu berusaha untuk menelpon bukan ditelpon. Entah kenapa setiap ada telpon dari pesantren, jantung saya berdebar-debar, takut jika sesuatu terjadi, padahal kenyataannya banyak yang terjadi karena anak-anak yang kangen. Beruntungnya ustad pengawas mereka sangat mengerti.

“Ummi, kapan datang lagi?,” kata Amdan tetap dengan suara manjanya. “Sabar yah nak, Januari ini mungkin tanggal 10an,” jawabku. “Duh.. lamanya”, katanya memelas.

“Doa sayang.. kalau sudah doa, tinggal bersabar..”

Duh.. saya serasa saya mendengar sendiri wejangan itu, terhenyak dan terdiam dengan ucapan yang sama sekali tidak saya rekayasa. Seberapa banyak saya berdoa? seberapa banyak saya bersabar? Mungkin kita tidak pernah menyadari bahwa kadang dalam doa selalu ingin apa yang kita minta itu bisa segera terwujud. Padahal kita harusnya yakin yang paling tahu tentang kebaikan kita adalah Sang Pencipta

Dalam hidup banyak hal yang terjadi, baik yang kita inginkan ataupun tidak. Tetapi saya selalu percaya bahwa apa yang terjadi itulah yang memang dipilihkan “terbaik” untuk saya. Tidak ingin mendengar perkataan orang, asumsi bahkan penghakiman yang kadang orang-orang cuma bisa mengambil kesimpulan dari luar diri kita. Lalu kenapa kita harus peduli dengan anggapan orang lain jika kenyataan sudah terpampang di depan mata.

Masih terlalu banyak timbang-timbang, bagaimana nanti jika.., apakah orang akan …, dan sebagainya yang akhirnya akan mengacaukan pikiran dan hati kita sendiri.

Yah.. cukup berdoa, memohon yang terbaik dari Sang Pencipta setelah itu bersabar…

Dia yang lebih tahu…

12 thoughts on “Kalau sudah doa, tinggal sabar saja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *