0

Jika Kenyataan itu Semudah Perkataan

Menurut kabar 40% anak-anak berbohong tentang perceraian orang tuanya. Dan seseorang memberikan pernyataan bahwa dengan begitu orang tua telah mendzolimi anaknya.

Yah, kadang orang dengan pandai dan tanpa beban bisa menyatakan bahwa seseorang bersalah, seseorang dholim. Dia sudah bertindak dan mengambil wewenang dari Tuhan, memutuskan benar atau salah.

Saya yakin tidak ada niat dari orang tua untuk menyakiti anaknya. Sangat disayangkan pada saat kita melihat dari sudut pandang yang berbeda, misalnya sang istri yang teraniaya fisik atau mental kemudian mengajukan perpisahan. Bisa saja itu malah dianjurkan untuk mencegah hal yang lebih buruk terjadi. Dan bisa saja dianggap bodoh jika bertahan dengan keadaan tersebut.

Orang di luar dari diri kita memang pandai berpendapat. Seakan paling tahu yang mana yang harus dilakukan dan yang mana yang tidak.
Sederhana saja tolok ukurnya. Jika memang seorang pribadi sudah merasa cukup dan menikmati hidupnya, dia memang pantas berbagi ilmu berbagi resep bagaimana kenikmatan itu dicapai. Tetapi bukan menghakimi.

Saya cuma berharap orang dapat dengan mudah memperoleh kebahagiaan dan hakikat hidup tertinggi sama seperti mudahnya dia berteori tentang kehidupan orang lain.
Jika memang sudah sempurna seperti Tuhan, wajarlah. Jika masih punya kekurangan janganlah kekurangan orang lain menjadikan diri kita sombong dan merasa paling benar.

Kenyataan yang terjadi itulah kebenaran. Semua pasti seizin Sang Maha Pengatur. Adapun naik turunnya itu semua adalah proses yang akan membuat kita memahami hidup lebih dalam. Semoga kita semua diberi pencerahan. Dan semoga hal yang dikatakan buruk ini tidak terjadi kepada teman-teman sekalian. Amiinn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *