4

Jengkelnya Saya Pagi ini

Memang sih ini karena saya tidak bisa mengontrol nafsu. Begitu liat kol yang crunchy dengan sambel terasi yang mantap, lupalah saya dengan sakit maag yang selama ini gak pernah ngamuk.

Hasilnya, pulang kantor saya harus diantar dengan Apran, teman sekantor padahal kantor dan kosan cuma berjarak sekitar 400 meter. Itu karena perut melilit, kembung dan sakitnya minta ampun. Begitu mendarat di tempat tidur mata pun tertutup.. ketiduran

Bangunnya jam 11 malam, bakal begadang nih.. pikirku. Memang benar saya akhirnya begadang tetapi bukan karena tidurnya yang awal tetapi bolak balik ke toilet karena perut yang masih mules dan kembung.

Karena tidak nyenyak tidurnya akhirnya subuh baru mulai berasa bisa deep sleep. Tapi apa yang terjadi? Handphone berdering, seorang petugas dari instansi tertentu menelpon. Ah.. malas pikirku. Kemarin itu harusnya sudah selesai kerjaannya. Dia dijemput di Bandara bahkan sebelum memberitahu ke saya, dia sudah menyuruh sopir untuk mengantarkannya ke tempat lain. Saya tidak suka. Telpon tidak saya angkat.

Tidak beberapa lama nada sms berbunyi, “Bu lily, tlg diantarkan perjanjian ..dsb ..dll sama sopirnya ke rumah yang di … , saya tunggu”. Bah ngebossy banget. Saya saja gak pernah pakai sopir kantor untuk kepentingan pribadi. Pikiran jelek saya muncul. Ngapain harus ngantar dokumen pake sopir? Jaman sekarang, email sudah ada, courir pun bisa. Saya merasa ini mengada ada.

Saya lebih menghargai orang yang jujur, terus terang bahwa butuh dan kita mampu untuk menolong. Tapi kalau sengaja mempersulit apalagi mengancam-ancam saya jadi ilfil. Berasa keluar sisi jahatku yang selama ini kusimpan-simpan

Berurusan dengan layanan publik memang susah-susah gampang. Ada yang benar-benar tulus melayani, ada yang harus dibaik-baikin dulu baru bergerak. Ada yang malah ngancam-ngancam dan taunya ada maunya. Saya pikir ini bukan rahasia lagi.

Berakhirlah pagi saya dengan mood yang tidak asik. Alhamdulillah jeruk manis meredakan kembung dan berangsur-angsur kejengkelan saya juga reda. Manusia memang macam ragamnya. Tetapi yang paling menjengkelkan adalah yang memanfaatkan kewenangannya untuk kepentingan pribadi.

Semoga saya gak begitu kalau jadi pelayan publik.. Ng.. emang masih bisa yah? 😀

4 Comments

  1. Semoga Mamie jadi pekerja yang asyik selamanya yaa 🙂

    Baru tahu jeruk manis bisa membantu menyembuhkan … itu jeruk yang sama sekali ndak ada asam2nya kah?

    • Sakit perutnya masih lanjut bunda hihihi.. tapi alhamdulillah sudah mendingan. Memang perlu mengontrol keinginan, kasihan kalau cuma sebatas di leher trus yang susah lambung dan kawan-kawannya ^^

  2. Semoga Mamie jadi pekerja yang asyik selamanya yaa 🙂

    Baru tahu jeruk manis bisa membantu menyembuhkan … itu jeruk yang sama sekali ndak ada asam2nya kah?

    • Sakit perutnya masih lanjut bunda hihihi.. tapi alhamdulillah sudah mendingan. Memang perlu mengontrol keinginan, kasihan kalau cuma sebatas di leher trus yang susah lambung dan kawan-kawannya ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *