Uncategorized

Into the wild, into the heart

Film yang berdasar dengan kejadian yang sebenarnya memang membuat menarik untuk ditonton. Mungkin karena kita akan merasa dekat dengan kejadian tersebut dan bisa jadi hal yang sama terjadi pada kita juga.

After graduating from Emory University, top student and athlete Christopher McCandless abandons his possessions, gives his entire $24,000 savings account to charity and hitchhikes to Alaska to live in the wilderness. Along the way, Christopher encounters a series of characters that shape his life. Beginilah ulasan singkat dari IMDb tentang film yang dibuat tahun 2007 ini.

Perjalanan yang melawan arus, di saat semua anak muda dipersiapkan untuk format sosial yang berbentuk sama di hampir setiap kepala orang tua, Chris dengan berani meninggalkan itu semua. Meninggalkan kemapanan yang dicari hampir semua orang.

pic by en.wikipedia.org
pic by en.wikipedia.org

“Uang membuat orang menjadi jahat kepada sesama,” Jika kita renungkan ini benar-benar terjadi di sekitar kita. Bagaimana dia dengan tanpa beban melepaskan kemelekatan terhadap harta yang diberikan oleh orang tuanya. Bagaimana dia meninggalkan orangtua yang meletakkan harapan dan kebanggaan padanya, bahkan meninggalkan adik perempuannya hanya untuk membuktikan bahwa dia bisa hidup tanpa itu semua.

Perjalanan perjalanan yang menjadi chapter dalam cerita ini memang sudah menjadi pilihan sutradara. Pemahaman terhadap buku harian yang ditemukan bersama dengan jazadnya dalam sebuah van tua di Alaska diinterpretasikan dan dituangkan dalam kisah hidup yang berdurasi 2 jam lebih. Pasti masih banyak bagian-bagian yang berkesan yang mungkin tidak terungkap. Kisah tragis tentang akhir hidupnya mungkin akan meredakan letupan rasa yang ada mungkin kita rasakan di awal-awal film ini.

Saya pasti tidak akan mengambil langkah yang sama walaupun saya merasakan desakan untuk meninggalkan keadaan yang kadang kelihatan terlalu diatur oleh sosial, persepsi orang orang yang hanya untuk memperoleh kebanggaan diri yang menurut saya semu. “Dia anak saya yang baru lulus dari universitas terbaik dengan nilai terbaik”  jadi saya harus bilang wow gitu? Sindiran frasa ini seharusnya sudah jadi indikasi, Mind your own business,  yang menjadi hal yang penting adalah sejauh mana manfaat yang bisa diberikan kepada sesama.

Persis dengan quote yang dituliskan dalam buku harian Chris di saat dia sekarat, Happiness is real only when it shared. Saat kita mencari kebahagiaan diri, carilah tetapi yang pasti kita akan menyadari bahwa kita hanya bisa merasakannya dengan berbagi. Perjalanan memang akan banyak memberikan pembelajaran, begitupun perjalanan hati, bagaimana kita masing-masing berusaha memahami arti hidup, menjalaninya, menerimanya, dan membaginya sehingga bermanfaat bagi sesama

Deep in my heart, I still want to go somewhere without others except me and myself whether into the wild or into the heart

 

4 thoughts on “Into the wild, into the heart

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *