0

Hari ini Supir Taxi Berikutnya Siapa Lagi?

Terkesan pesimis? Iya, saya yakin selama pemerintah tidak secepatnya membuat aturan-aturan yang adil dalam menyikapi perkembangan yang terjadi di masyarakat, kejadian yang sama akan tetap terulang.

Seorang teman yang belajar ilmu hukum pernah mengatakan bahwa hukum atau aturan seharusnya berada lebih dulu dari perkembangan budaya yang terjadi di masyarakat. Apa yang terjadi sekarang adalah sebaliknya. Aturan tidak mampu mengatur masyarakat yang sangat cepat berkembang.

Bisa saja karena produk hukum negara ini yang lelet, seperti pabrik yang tidak bisa efektif dan efisien dalam menghasilkan produk. Coba saja seandainya perwakilan rakyat kita dibuat laporan kinerja. Mereka harus memiliki Key Performance Indikator yang nantinya sebagai rapor untuk bisa mencalonkan kembali sebagai wakil dari rakyat, kan mereka “digaji” oleh rakyat. Sehingga mereka tidak harus sibuk keliling sana sini dengan alasan studi banding (sudah telat kali) dan atau sibuk mempersiapkan diri untuk terpilih kembali dengan memenuhi pundi pundi dirinya dan untuk partainya.

Kasihan masyarakat, mereka menjadi korban para korporasi dan aturan yang tidak mengikuti zaman. Sedih sekali melihat di antara mereka bertikai padahal apa yang mereka perjuangkan hanya janji kepada istri dan anak untuk bisa memberikan nafkah agar mendapatkan hidup yang layak. Vandalisme mungkin adalah cermin betapa terdesaknya mereka akan keadaan, tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh, tak ada pilihan selain menyerang untuk bertahan hidup.

Sayangnya lagi, kita hanya sibuk saling menyalahkan memberikan pendapat ini dan itu tetapi semua hanya bersifat sementara saja. Sehari setelah kejadian akan tenang lagi dan bahkan seperti tak ada jejak. Jika demikian kemungkinan besar kita akan mengalami hal yang sama berulang ulang.

Para pemimpin dan wakil rakyat serta para cendikia seyogyanya duduk bersama, melepaskan atribut dan segala hal yang bersifat sikut menyikut, atau merasa yang paling berkuasa, paling benar dan paling pintar. Masyarakat menunggu ketulusan dari mereka. Kepedulian akan hal yang sangat berpengaruh pada kebutuhan dasar mereka. Memikirkan mereka dan mencari jalan terbaik dan seadil-adilnya.

Jangan sampai tiba masanya, semua kelebihan yang dimiliki dimintai pertanggung jawaban. Di depan mata saudara saling membunuh dan yang punya kemampuan untuk dapat menolong hanya duduk tenang sambil menikmati kenyamanan dan kekayaan yang ditabung untuk diri sendiri

Hari ini supir taxi yang bersuara, hanya karena pemerintah tidak memberi kesamaan persepsi antara plat hitam dan plat kuning, atau yang online dan yang konvensional. Jika tidak segera disikapi lagi kira kira siapa lagi yang akan turun ke jalanan mengganggu aktifitas saudara-saudaranya sendiri hanya karena tidak paham, sementara yang paham hanya menikmati keadaannya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *