Renungan

Datang dan Pergi, Ini Pun Akan Berlalu

Terkejut sekilas membaca di lini masa, RIP Whitney Houston. Seakan tak percaya akhirnya mamie mencari sumber-sumber terpercaya berkenaan dengan informasi ini. Β Berita tentang penyebab kematian tiba-tiba ini pun masih simpang siur. Tiba-tiba merasa kehilangan, dia bukan orang dekat mamie tapi kekaguman mamie terhadap Whitney Houston mungkin boleh dilihat dari seberapa banyak lagu-lagunya yang mamie kenal. Bahkan menjadi suatu kebiasaan jika mamie ber-karaoke sepertinya satu lagu pastilah ada di daftar playlist yang akan dinyanyikan.

Fenomena yang miris tetapi memang beginilah kenyataannya. Di acara Grammy Award yang digelar sehari setelah kematiannya muncul lagi seorang bintang yang walaupun dengan warna suara yang berbeda menjadi idola baru, diva baru dunia. Adele yang memiliki suara khas berat, perpaduan jazz dan blues membuat kita tersadar. Beberapa tahun yang lalu Whitney lah yang berada di posisi itu. Adalah sebuah fenomena atau keadaan, datang dan pergi, awal dan akhir, semua berlangsung terus menerus. Dan kita pun akan demikian adanya.

Terpikir oleh mamie, lalu untuk apa kita hidup? untuk apa kita melewati semua proses ini yang toh endingnya juga akan berakhir?

Tertarik oleh judul buku Ajahn Chan, seorang biksu, mamie akhirnya membeli buku itu. Judulnya sederhana “Ini Pun Akan Berlalu” dengan tagline “Ajaran tentang ketidak tetapan dan berakhir duka”, membaca ini sedikit membuat kita merasa gundah. Belum lagi tambahan pesan dari Ajahn Brahm yang memberi komentar terhadap buku ini, “Tolonglah, baca buku ini sebelum Anda, berlalu.”

Belum semua mamie baca, tetapi sepertinya mamie bisa menduga apa yang ada di dalam buku ini. Ajaran tentang fenomena kehidupan yang perlu kita kenali. Cukup kita kenali.. dan tidak perlu larut didalamnya. Jika ditanya kenapa kita tidak perlu larut dalam fenomena kehidupan ini, jawabannya sederhana karena, ini pun akan berlalu.

Harusnya kita memang bisa memisahkan yang fana dan yang nyata, seperti ajaran agama yang mamie pahami. Yang nyata sekarang adalah fana dan yang fana sekarang adalah nyata nantinya. Bathin itu nyata pada akhirnya, dan itulah yang harus kita pelihara untuk bekal di kehidupan nanti. Mengapa sering kita merasa frustasi, kecewa yang berlebih terhadap fenomena kehidupan ini? Kemungkinan besar karena kita larut di dalamnya. Kita tidak harusnya menyatukan bathin dan kehidupan ini. Peliharalah bathin yang merupakan duniamu, perjalananmu, dan masa depanmu. Jika ingin bathin mu hidup selamanya jangan gabungkan dengan hal yang akan berlalu.

Fenomena adalah satu hal, bathin adalah hal yang lain mereka adalah hal yang terpisah

46 thoughts on “Datang dan Pergi, Ini Pun Akan Berlalu

  1. ya.. semuanya akan berlalu, ada yang meninggal dan adapula yang lahir kembali, seperti Adele yang menggantikan Whitney.., semoga menjadi pelajaran buat kita semua..

    *btw selamat ya atas kelahiran Blog barunya Mamie.. πŸ˜€
    *jadi makan2? #ehh..

    1. iye, blog juga salah satu fenomena tapi terlepas dari masalah bathin mamie tetap menghidangkan dengan tulus kok hihihi..

      *tayangmi onde2na :))

  2. ya.. semuanya akan berlalu, ada yang meninggal dan adapula yang lahir kembali, seperti Adele yang menggantikan Whitney.., semoga menjadi pelajaran buat kita semua..

    *btw selamat ya atas kelahiran Blog barunya Mamie.. πŸ˜€
    *jadi makan2? #ehh..

    1. iye, blog juga salah satu fenomena tapi terlepas dari masalah bathin mamie tetap menghidangkan dengan tulus kok hihihi..

      *tayangmi onde2na :))

  3. wow…memasuki rumah ini terasa hawa kesejukannya, Aku melirik koleksi bunga di samping atas, dan sajian teh hangat, wuihhh…kebayang ngak, sepertinya nyata adanya.

    Rupanya buku yg direkomendasikan sangat menarik, buku2 seperti ini aku sangat suka, smoga ngak mahal harganya, :D, kalau mahal, boleh pinjam ya Mamie?. hehehe.

    Selamat ya Mamie atas rumah baru yg nyaman, teduh, sepertinya blog ini menggambarkan karakter/jiwa pemilikinya. :D, aku masukkan dalam daftar kunjungan blog di noteku, seep, and SADAMDA BASEMEN,

    1. iyah rumahnya homey yah daeng, makanya mamie pilih
      oh buku2 itu gak mahal kok ada di gramedia, lagian kalo mau pinjam punya mamie jadinya harus lebih mahal karena include tiket pesawat hahaha
      Thanks untuk kunjunganta’ sukses ki selalu ^_^

  4. wow…memasuki rumah ini terasa hawa kesejukannya, Aku melirik koleksi bunga di samping atas, dan sajian teh hangat, wuihhh…kebayang ngak, sepertinya nyata adanya.

    Rupanya buku yg direkomendasikan sangat menarik, buku2 seperti ini aku sangat suka, smoga ngak mahal harganya, :D, kalau mahal, boleh pinjam ya Mamie?. hehehe.

    Selamat ya Mamie atas rumah baru yg nyaman, teduh, sepertinya blog ini menggambarkan karakter/jiwa pemilikinya. :D, aku masukkan dalam daftar kunjungan blog di noteku, seep, and SADAMDA BASEMEN,

    1. iyah rumahnya homey yah daeng, makanya mamie pilih
      oh buku2 itu gak mahal kok ada di gramedia, lagian kalo mau pinjam punya mamie jadinya harus lebih mahal karena include tiket pesawat hahaha
      Thanks untuk kunjunganta’ sukses ki selalu ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *