0

Coklat dan Keluarga

Willy Wonka terkaget-kaget, dia tidak menyangka Charlie, si anak kecil yang miskin itu menolak warisannya berupa pabrik coklat yang besar dan sukses, hanya karena keluarganya tidak diperkenankan untuk ikut.

Willy Wongka merasa selama ini dia seorang yang sukses tiba-tiba merasakan hatinya yang tidak nyaman karena penolakan itu rupanya berpengaruh dengan rasa coklat yang dia hasilkan.

Mengapa Charlie lebih memilih keluarganya dari pada coklat yang bisa dimakan setiap saat, kekayaan dan kemakmuran. Rupanya semiskin apa pun Charlie, keluarganya senantiasa berada di dekatnya.  Dan itu yang membuat nyaman.

Merenung deh gara-gara film Charlie and The Chocolate Factory ini. Film lama tapi baru saja diputar di HBO bulan ini. Apalagi yang main Johny Deep, si cowok yang mahir memainkan berbagai macam karakter dan yang pasti cakepnya selangit.

Saya jadi berpikir, kenapa harus saya ke luar kota untuk bisa bekerja dan meninggalkan keluarga saya? Charlie memang telah memberikan pesan kepada saya. Kalau dipikir kembali, seharusnya saya tidak perlu mengejar kesuksesan dunia, tetapi itulah, saat sesuatu yang ada dalam angan memang beribu ribu terasa indahnya. Lupa dengan kenyataan yang sebenarnya itulah yang terindah karena itulah yang lebih nyata dinikmati.

Banyak juga orang-orang yang berpikir sama seperti saya. Mengejar yang namanya kemapanan dan lihatlah apa yang terjadi. Keluarga terabaikan dan berakhir pada keegoisan diri masing-masing. Sayangnya perekat itupun bisa terkikis oleh karena masing-masing sudah merasa lebih benar.

Lalu apakah harus menyesal? Saya memang sudah terlajur mengambil langkah. Dan yang pasti kenyataan yang dihadapi saat ini adalah yang terbaik daripada sekadar angan-angan. Memang saya sekarang jauh dari keluarga tetapi bukan berarti saya tidak boleh memiliki keluarga di sini. Teman-teman sekerja, orang-orang disekitar saya. Semuanya saya bisa anggap keluarga jika saya ingin.

Willy Wonka pun demikian, akhirnya menyerah dengan membawa Charlie, keluarganya dan rumah gubuknya ke pabrik mutahirnya. Dan sekarang Willy Wonka punya keluarga baru. Saya pun demikian saya cukup membawa ke hati orang-orang yang ada di sekitar saya. Siapa bilang saya tidak punya keluarga? Saya cukup belajar saja, bahwa apa yang saya miliki sekarang harus lebih saya hargai. Saya tetap suka coklat dan keluarga 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *