Komunitas · Motivasi · Renungan

Blogger dinilai, pentingkah?

Namanya bertemapat di media sosial, keributannya juga pasti di dunia tersebut. Untungnya saya di kampung jauh dari hiruk pikuk, walaupun masih selintas melihat diskusi-diskusi di group WhatsApp, Facebook, dan juga twitter. Untungnya cuma selintas, jadi saya tidak perlu merasa ikut di dalamnya, bisa gawat juga kalau terpancing, makin memperkeruh suasana, suasana hati sendiri maksudnya. Ribut-ribut tentang blogger… Continue reading Blogger dinilai, pentingkah?

Keluarga · Renungan

Gali Lubang Tutup Lubang

Walau makan sederhana (Makan nasi sambal lalap) Walau baju sederhana (Asal menutup aurat) Walau makan sederhana Walau baju sederhana Walau serba sederhana Asal sehat jiwa raga Dan juga hutang tak punya Itulah orang yang kaya (hi-hu) Bela-belain cari di google search lirik bang Haji Rhoma nih, saya tahu ada lagu yang berjudul Gali Lobang Tutup Lobang,… Continue reading Gali Lubang Tutup Lubang

Jalan Jalan · Motivasi · Renungan

Pahlawan bagiku

Selama ini saya mengenal pahlawan yang dulu gambarnya terpampang di diding kelas saat mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar. Tugas kita adalah menghapal nama dan dari daerah mana pahlawan tersebut berasal dan berjuang hingga gugur demi untuk bangsa dan negara. Seperti pelajaran biasa, menghapal dan menunggu untuk bisa menjawab soal dalam ujian. Baru baru ini saya ke Ambon,… Continue reading Pahlawan bagiku

Kerja · Renungan

Kerja untuk Mahluk

Pernah gak kita merasa hasil kerja kita tidak dihargai? Pernah gak kita merasa dijelek-jelekan terus dengan kerjaan yang dulu-dulu? Saya pikir di dunia kerja semua itu bisa terjadi. Jangankan pekerjaan yang tidak dilakukan dengan benar, yang sungguh-sungguh kita usahakan pun bisa dianggap tidak ada apa-apanya. Beberapa hari lalu saya tersinggung, karena perkataan salah seorang pimpinan… Continue reading Kerja untuk Mahluk

Motivasi · Nonton · Renungan

Everest Puncak Kehidupan?

Nonton film yang penuh pelajaran itu sangat berarti, apalagi jika didapat dari pengalaman orang lain tanpa harus mengalaminya sendiri Mendaki gunung? itu tidak ada dalam kamus saya. Selain takut ketinggian, saya malah menikmati gunung dari jarak pandang tertentu. Terakhir saya “mendaki” gunung Bromo dengan mobil hardtop, itu sudah membuat kenangan akan ketakutan yang tidak menyenangkan… Continue reading Everest Puncak Kehidupan?

Politik · Renungan

Keterbukaan yang Mendewasakan

“Dulu saya kalau dah dibilang kristen atau china, pasti sudah siap saja ngumpul mau berkelahi bu”   Itu kata pak Arif, supir kantor saat saya dalam perjalanan ke Bandara untuk melaksanakan tugas kantor. Rasis juga nih pikir ku. Saya selalu ngeri sama orang rasis, apalagi sebelumnya saya termasuk memenuhi kriteria yang dikatakannya itu. Dulu juga… Continue reading Keterbukaan yang Mendewasakan