Kerja · Renungan · Sehari hari

Cara Mudah untuk Terlihat Bodoh

Tiba tiba mobil Toyota Innova berwarna silver itu menyalip dari sisi kanan di depan mobil kami. Sambil mengeluarkan tangannya menunjuk-nunjuk ke arah kakak ipar saya yang sedang mengendarai mobil. Kelihatan sekali dia nampak marah, sangat marah

Senin, dan masih belum sampai pukul tujuh pagi. Kakak ipar saya memang sudah melakukan kesalahan. Sesaat sebelumnya kakak saya bergegas untuk mengejar lampu hijau, tapi tidak dengan sengaja mengambil jalan mobil innova silver di sisi kanannya. Mungkin karena kaget, saya mendengar klakson dibunyikan dengan keras dan berulang-ulang.

Beruntung kakak ipar dan kakak saya memang sabar, mungkin kealpaan kakak ipar saya memperhatikan di sisi kanannya mengakibatkan dia menyalip bapak itu, tidak sengaja. Dengan tetap berada di depan kami, akhirnya mobil mengarah ke kiri sedikit demi sedikit, dengan tatapan marah sambil mengomel dia terus mengacungkan tangannya dengan emosi. Kakak saya cuma bilang, tetap jalan saja tidak usah ditanggapi.

Seperti memukul angin, atau berlomba tanpa lawan. Bapak itu tetap saja kelihatan berapi-api, mungkin memang hari Senin membuat orang menjadi lebih semangat. Semangat menyampaikan pesan dari emosi yang tiba-tiba muncul, karena kejadian yang tak terduga.

Saya kasihan dengan bapak itu, harinya rusak, hatinya terusik ketidak tenangan.  Mungkin baginya dengan begitu dia kelihatan jago dan kuat, walaupun kakak saya salah harusnya sebagai orang tua tidak menunjukkan sikap seperti itu.

Marah memang cara mudah untuk terlihat bodoh. Lucunya karena kita kadang tertipu dengan kesan bahwa dengan marah kita menjadi orang yang paling hebat, superior. Sering malah dengan sengaja mengumbar amarah.

Mengelola rasa marah memang bukan hal yang mudah, tapi jika berhasil kita adalah orang yang kuat, karena dapat mengalahkan nafsu dalam diri sendiri, bukan mengalahkan orang lain. Karena jika kemarahan tidak dapat kita kendalikan  kita akan terlihat bodoh bagi orang orang yang sedang dalam keadaan waras. Malu jadinya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *