0

Blogger dinilai, pentingkah?

Namanya bertemapat di media sosial, keributannya juga pasti di dunia tersebut. Untungnya saya di kampung jauh dari hiruk pikuk, walaupun masih selintas melihat diskusi-diskusi di group WhatsApp, Facebook, dan juga twitter.

Untungnya cuma selintas, jadi saya tidak perlu merasa ikut di dalamnya, bisa gawat juga kalau terpancing, makin memperkeruh suasana, suasana hati sendiri maksudnya.

Ribut-ribut tentang blogger itu biasa, bagus juga jadinya kita-kita bisa saling introspeksi (bagi yang mau) tapi kalau gak ya gak apa-apa. Masalah manfaat yang didapatkan dari kegiatan blog itu urusan rezeki masing-masing lah, itu kan juga didasari dari niat ngeblog.

Saya saja sudah jarang menulis, lebih sibuk berdiskusi sendiri dalam pikiran. Kadang malah jadinya lebih banyak diam (cieee…). Tapi itu berat loh, berbicara sendiri berpikir sendiri bisa kacau sendiri. Makanya untuk kali ini saya nulis aja, ya semau saya, ada yang suka atau tak suka itu haknya, selama saya tidak melanggar hal normatif yang berlaku di dunia blog

Ada cerita yang mengingatkan saya tentang penilaian, entah itu berkenaan dengan blogger atau pun yang lain, saya bagi ya..sekalian untuk catatan saya,

* Hikmah Sufi*

Seorang Guru Sufi ditanya tentang 2 keadaan manusia:

1. Manusia rajin sekali ibadahnya, namun sombong, angkuh dan selalu merasa suci.

2. Manusia yg sangat jarang ibadah, namun akhlaknya begitu mulia, rendah hati, santun, lembut dan cinta dgn sesama.

Lalu Sang Guru Sufi menjawab:

Keduanya baik;

@ Boleh jadi suatu saat si ahli ibadah yg sombong menemukan kesadaran tentang akhlaknya yg buruk dan dia bertaubat lalu ia akan menjadi pribadi yg baik lahir dan batinnya.

@ Dan yg kedua bisa jadi sebab kebaikan hati-nya, Allah akan menurunkan hidayah lalu ia menjadi ahli ibadah yg juga memiliki kebaikan lahir dan batin.

Kemudian orang tsb bertanya lagi, lalu siapa yg tdk baik kalau begitu…???

Sang Guru Sufi menjawab:

“Yg tdk baik adalah kita, orang ketiga yg selalu mampu menilai orang lain, namun lalai dari menilai diri sendiri”.

Nah kan, mari sama sama memilih yang baik, jika ada kekurangan di diri masing-masing jangan sampailah menilai orang, semoga semua menjadi lebih baik.

Eh kalau usulan sertifikasi blogger itu bisa jadi ke depannya dibutuhkan loh kalau sudah masuk dalam area profesi. Apalagi menurut undang-undang tenaga kerja dalam rangka menghadapi MEA, sertifkasi itu penting!

Selamat hari Kamis, selamat mengecap yang manis-manis

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *