0

Antara Bekasi dan Jakarta, Saya Menyerah!

Sudah tiga minggu saya berpindah tempat tinggal di Jawa Barat tepatnya Kota Bekasi. Kepindahan ini karena kebetulan kantor yang di daerah Kuningan juga dipindahkan ke kawasan SCBD Sudirman. Daerah yang sama padatnya dengan daerah Kuningan. Sebelumnya saya nge-kost tepat di belakang Mall Kuningan City, kamar yang sudah saya tempati selama kurang lebih 3 tahun memang membuat saya betah. Bikin susah move on.

Tambah susah move on lagi karena tinggal di Bekasi dan bekerja di Jakarta, sama seperti Makassar – Bantaeng PP. Walaupun jarak yang ditempuh berbeda, namun waktu yang dihabiskan hampir sama, 3 jam!

Semua moda transportasi saya coba, hanya untuk mencari kombinasi yang pas untuk dapat lebih efisien di waktu, tenaga dan biaya. Beruntung sudah ada ojek online. Saya sudah tidak kerepotan lagi masuk ke dalam kompleks Perumahan Harapan Indah yang jarak dari gerbang saja ke cluster tempat tinggal kakak itu jaraknya hampir 10km.

Beruntung juga karena sudah ada krl commuter line, dari Stasiun Cakung atau Stasiun Kranji ke Stasiun Manggarai hanya sekitar 20 menit. Sayangnya untuk ke kawasan Sudirman saya memilih ke stasiun Cawang, karena Stasiun Sudirman yang notabene persinggahan ibu-ibu ke Tanah Abang bisa bikin kita harus istighfar sepanjang jalan.

Senangnya juga karena bus TransJakarta sudah sampai ke Kota Harapan Indah. Dengan feeder ke arah ASMI, tidak perlu lagi bersinggah di Pulogadung. Bisa kebayang kalau masuk, di situ tempat  kumpulan bus dan angkutan kota yang kadang tidak ketahuan jalurnya, saking semrawutnya.

Memang sudah sangat banyak alternatif angkutan yang bisa saya gunakan, tapi tetap saja saya merindukan tempat kos yang dekat dengan kantor. Jalan kaki hanya 15 menit dan tidak pernah berpikir  keras jika sudah waktunya pulang.

Biaya yang saya keluarkan lumayan :

Misalnya dari rumah ke kantor;

Ojek – krl – ojek = Rp. 25.000 x 2 berarti Rp. 50.000 / hari bisa ditempuh sekitar 2 jam, asalkan kereta jurusan Bekasi tidak ngetem di stasiun Manggarai

Ojek – busway- jalan kaki = Rp. 15.000 x 2 berarti Rp. 30.000 / hari bisa menghabiskan waktu 3 jam sekali jalan, jadi jika sehari menjadi 6 jam di jalan.

Angkot-busway-jalan kaki = Rp. Rp. 9.500,- x 2 berarti Rp. 19.000/hari, jangan ditanya berapa lama

Kesimpulannya biaya berbanding terbalik dengan waktu dan rasa capek. Apa boleh buat saya harus menghitung-hitung lagi, kemungkinan jika memang saya ditugaskan lebih banyak di Jakarta saya akan mencari tempat kost yang berdekatan dengan kantor yang baru.

Ada untungnya juga saya di rumah kakak, karena mama juga tinggal di sana. Minimal bisa menemani beliau mendengarkan gossip-gossip yang katanya tak mau diceritakan ke orang lain, takut nanti ada yang pasibattu bicara, atau diantar ke orang orang lain bahkan ke yang bersangkutan. Mama memang percaya saya tidak akan menyampaikan cerita apa pun yang disampaikan. Karena memang saya tidak suka membicarakan orang, kecuali mendengar mama saja, itu pun pasti dengan kesimpulan di setiap cerita, “Ya maklum saja Ma”, atau ” Sudahlah, mungkin memang jalannya” dan kalimat sejenis yang berarti “The End”

3 minggu saya lalui, tinggal di Bekasi dan bekerja di Jakarta. 3 minggu yang sangat menguras tenaga dan perasaan. Belum juga saya terbiasa, sudah masuk lagi bulan Ramadhan. Begitu susah adaptasinya. Saya menyerah! Saya kagum dengan orang-orang yang saya temui di perjalanan. Mereka dengan sabarnya mengikuti ritme perjuangan dalam perjalanannya setiap hari. Saya sudah tidak sanggup lagi, kemungkinan besar karena saya memang susah move on dari tempat lama atau saya sudah tidak muda lagi, sepertinya ini yang benar 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *