Uncategorized

Ale Milan Ale

Tiba-tiba  spanduk besar itu seperti dikomando bergulung ke atas, saya gelagapan tidak tahu harus berbuat apa. Hanya sekejap dan saya sudah berada di bawah spanduk beserta ratusan penonton yang heboh dengan meneriakkan yel-yel sambil memukul-mukul spanduk yang terbentang di atas kepala saya

Forza lotta….vincerai…
Non ti lasceremo mai….
Ale..ale…
Ale milan ale….
Forza lotta..vincerai..
Non ti lasceremo mai!!!

Berbaris tertib untuk memasuki Gelora Bung Karno, mereka tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel ini, seperti tak sabar ingin segera menyaksikan tim kesayangan mereka yang datang  khusus untuk memuaskan kerinduan para fans AC Milan di Indonesia.

Saya bukan pencinta bola, tetapi tiba-tiba dijemput dan diajak untuk nonton saya juga tidak menolak. Saya memang menyukai hal yang baru. Pasti ada pengalaman yang kata orang Jepang “Hajimete”, pertama kali dalam hidup. Pasti seru!

milan2

Dan akhirnya Charity Match antara AC Milan Glorie Vs Indonesia All Stars 2013 yang berlangsung di sore yang mendung tanggal  9 Pebruari 2013 di Gelora Bung Karno ini pun menjadi saksi kehadiran pertama saya menonton pertandingan bola langsung di lapangan, benar-benar heboh.

Saya tidak pernah punya jersey AC Milan, tetapi akhirnya saya hanya memilih kostum yang bernuansa merah garis abu-abu, walaupun saya tahu warna dari tim ini adalah merah, hitam dan putih. Yang penting saya tidak memakai warna biru hitam, pikirku mencari selamat.

Sebenarnya saya tidak suka keramaian, tetapi jika berada pada tempat yang ramai dan berasa satu dengan yang lain ternyata sangat menyenangkan. Saya mau gak mau meneriakkan yel-yel juga, bahkan saat Bambang Pamungkas mendapatkan ‘hooooo…’ dari para penonton, saya juga ikut. Saya merasa menyatu dalam euphoria para milanisti. Saya bisa bayangkan bagaimana yang dirasakan yang benar-benar mencintai klub ini, pasti lebih dari yang saya rasakan.

Saya yakin berada di bawah spanduk ini :)
Saya yakin berada di bawah spanduk ini 🙂 (by google)

Pertama bagi saya juga merasakan kekawatiran ketika satu-satu petasan warna-warni  menyala di antara para penonton. Bayangan tentang kerusuhan yang biasa terjadi di lapangan sepak bola tidak dapat saya tolak melintas di pikiran saya. Untungnya ini pertandingan persahabatan saja, saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi jika pertandingan ini benar-benar serius.

Saya heran kenapa para petugas keamanan memilih mengamankan penonton yang membawa petasan dari pada memeriksa di pintu masuk apa yang mereka bawa masuk ke dalam stadion. Padahal jika prosedur pemeriksaan dilakukan dengan benar, saya yakin tidak akan ada kekacauan, jika pun ada jumlahnya tidak akan banyak.

Tetapi secara keseluruhan saya menikmatinya, mungkin memang benar apa yang dikatakan orang, bukan apa yang menentukan kita bisa senang tetapi dengan siapa. Kalaupun saya jadi suka AC Milan itu karena merasa satu diantara para milanisti ternyata menyenangkan.

Ale Milan Ale!

 

 

10 thoughts on “Ale Milan Ale

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *