0

45 Tahun yang Berkesan

Hidup tidak selamanya berjalan sesuai dengan  apa yang kita inginkan, iya jangan sampai demikian, karena yang kita inginkan adalah sejarah yang terbentuk dari pendahulu kita yang bagi mereka merupakan “hidup yang baik”

45 tahun saya hidup di dunia ini dan bersyukur dengan segala hal yang terjadi dalam hidup saya dengan segala persepsi orang yang mengkategorikan baik dan buruk.

Yang paling saya syukuri adalah saya bisa hidup dan lepas dengan pendapat tersebut, menjalani hidup sesuai dengan pemikiran dan rasa yang saya alami sendiri walaupun bertentangan dengan orang banyak adalah karunia bagi saya

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah

Saya bisa menyadari dan bersyukur atas perjalanan ini. Di hari yang penuh rasa syukur ini perhatianNya dilimpahkan berlipat ganda.

Are you sure you don’t want to choose special food for your birthday?

Daeng Ipul menawarkan suasana keistimewaan hari ini, tidak daeng. Setiap hari bagi saya istimewa.

Terlebih ketika dia datang hanya untuk mendampingi saya melewatkan hari ke 45 tahun hidup saya. Terima kasih daeng yang telah menerima saya apa adanya.

Jam 10 ketika akan terlelap saya gelisah dengan suara ringtone sayup sayup terdengar disela-sela musik Tibet pengantar tidur saya.

Ummi, alhamdullilah saya akhirnya bisa menelpon ummi. Abis Isha saya merasa ada yang ganjil, ada yang harusnya saya ingat. Kaget waktu sadar hari ini tanggal 28 Januari.

Terima kasih untuk anak bungsuku. Untuk anak sulungku dan Jihad yang sedang berjihad khuruj 3 hari bersama kyai-nya

Terima kasih untuk teman-teman yang memanjatkan doa dan mengucap selamat untuk saya.

45 tahun dimana saya tidak akan tahu bagaimana setelah ini.

Tapi dengan yakin dan menikmati sesuai petunjuk yang saya dapatkan. Insha Allah saya masih akan menikmati setiap hari yang spesial dalam hidup saya hingga tiba masanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *